Header Ads

Alasan China Blokir Total Layanan WhatsApp

Yansyah.com - Pada tahun 2009 lalu, aplikasi sosial media buatan Mark Zuckerberg, Facebook diblokir sepenuhnya oleh pemerintah China. Setelah Facebook, Instagram juga ikut diblokir oleh pemerintah China. Setelah pemblokiran itu, Mark terus melakukan pendekatan terhadap pemerintahan China. Dia menyibukan dirinya dengan berkunjung dan menemui para pimpinan negeri Tirai Bambu tersebut hingga belajar bahasa Mandarin.

Namun selang 8 tahun dari pemblokiran Facebook, WhatsApp yang kini telah di akuisisi oleh Facebook dikabarkan telah diblokir sepenuhnya oleh pemerintah China. Ini berarti pendekatan Zuckerberg dengan pemerintah China tidak membuahkan hasil untuk kemajuan aplikasinya.

China Blokir WhatsApp

WhatsApp, saat ini telah menjadi layanan pesan instan terpopuler di dunia. Data terakhir yang didapatkan dari Facebook, yang merupakan induk dari aplikasi WhatsApp mengatakan bahwa pengguna WhatsApp saat ini telah mencapai 1 miliar. Beberapa fitur yang ditawarkan oleh aplikasi ini berhasil mengalahkan aplikasi pesan instan saingannya seperti BBM dan WeChat.

Sayangnya kepopuleran WhatsApp tidak dapat diterima disemua negara. Di China, aplikasi pesan instan ini tidak dapat digunakan oleh sebagian besar penduduk di negeri tirai bambu itu. Pemerintah China sebenarnya telah berupaya memblokir aplikasi WhatsApp mulai pertengahan 2017 yang mana mulai saat itu pengguna WhatsApp mendadak tidak dapat mengirim file melalui layanan tersebut. Namun untuk berkirim pesan berupa teks masih bisa digunakan dengan normal.

Hari senin kemarin, seluruh akses layanan pesan instan WhatsApp dilaporkan sudah tidak bisa digunakan bahkan pesan teks juga tidak bisa terkirim. Dengan demikian layanan WhatsApp di China telah resmi diblokir meskipun belum ada info resmi dari pemerintah.
 
Aplikasi Media Sosial

Pemblokiran WhatsApp dilakukan setelah pemerintah China meningkatkan sistem keamanan mereka dalam menerapkan kebijakan sensor dan proteksi yang ketat. Upaya ini dilakukan untuk mempermudah pemerintah dalam mengawasi pergerakan melalui media sosial termasuk layanan berbasis pesan instan.

Alasan China memblokir WhatsApp karena pada layanan ini menggunakan sistem keamanan chatting berupa sistem enkripsi end-to-end. Sistem enkripsi end-to-end akan melindungi setiap pesan yang dikirim atau yang diterima. Dengan demikian percakapan antar pengguna WhatsApp tidak akan bisa diketahui oleh orang lain dan menutup peluang peretas untuk melacak isi pesan pengguna.

Sistem ini juga membuat sistem keamanan pemerintahan tidak dapat melacak isi pesan. Dampak buruk yang bisa saja terjadi dengan adanya enkripsi end-to-end pada layanan pesan adalah dimanfaatkannya oleh oknum-oknum jahat dalam membagikan informasi yang sakral yang dapat mengancam keamanan suatu negara kepada pihak lain.

Dengan alasan tersebut membuat pemerintah China meminimalisir terjadinya penyebaran informasi penting dengan memblokir layanan WhatsApp milik Facebook tersebut.

Sebelum WhatsApp, beberapa layanan juga telah lebih dulu diblokir oleh pemerintah China, seperti Facebook, Instagram, Twitter, Google Play, dan juga Line.

Dengan diblokirnya layanan ini membuat penduduk serta pengunjung yang datang ke China harus menggunakan layanan pesan lain seperti WeChat. Yang mana WeChat sendiri merupakan sebauah layanan pesan instan buatan lokal dan telah menjadi layanan pesan instan nomor satu di China melebihi kepopuleran WhatsApp meskipun jumlah pengguna aktif hanya mencapai 963 juta pengguna.

Pada layanan WeChat, sistem enkripsi end-to-end tidak digunakan, sehingga aplikasi ini dapat dengan bebas digunakan di negara tersebut karena masih bisa dipantau dan dapat diketahui isi pesan yang mengandung ancaman bagi pertahanan negara.

7 komentar:

  1. Lama-lama orang china persis korea utara, lha google play di blokir aneh juga, nanti kalau mau install aplikasi kan susah, selain itu agak aneh, sebab banyak pabrik android di china, kok bisa google play diblokir ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin dikhawatirkan penduduk bisa mengunduh aplikasi yang berbahaya bagi negaranya melalui google play. Terlebih saat ini telah banyak berkembang aplikasi berbasis unblock vpn

      Hapus
  2. ada baik buruknya sih, alasan mereka memang benar. Tapi di sisi lain para pengguna pesan juga butuh privasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang betul. Tapi kalau fitur privasi tersebut digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, hal tersebut dapat merugikan negara beserta penduduknya

      Hapus
  3. Pantesan kakak saya susah dihubungi kalau lagi di China, baru balas setelah pulang ke Jepang....

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.