Header Ads

Instagress, Layanan Bot Like Dan Komen Otomatis Instagram Ditutup

Yansyah.com - Instagram merupakan media sosial tempat berbagi foto terpopuler saat ini. Setiap harinya banyak pengguna akun baru yang mendaftar di Instagram. Sebagai salah satu sarana berbagi momen-momen melalui sebuah foto, Instagram menyematkan fitur like dan komentar ada postingan para penggunanya. Sehingga pengguna lain dapat menyukai dan berkomentar pada foto yang diunggah oleh pengguna lain.

Instagram Photo Sharing


Pengguna instagram dikatakan populer ketika akunnya memiliki banyak follower dan pada setiap unggahannya memiliki banyak like dan comment. Namun tak jarang banyak foto yang di unggah oleh pengguna namun tidak memiliki like dan komentar dari orang lain. Sehingga hal ini dapat dimanfaatkan oleh pihak lain untuk mendapatkan keuntungan.

Salah satu pihak yang memanfaatkan kesempatan ini adalah Instagress. Instagress sendiri adalah layanan penyedia jasa bot like, komen, dan follow secara otomatis untuk aplikasi berbagi foto. Layanan ini sudah menjadi layanan populer dikalangan Instagrammers. Untuk menggunakan jasa layanan ini, pengguna harus membayar $10 setiap bulannya untuk mendapatkan follower instagram.

Setelah sekitar tiga tahun beroperasi, pernyataan mengejutkan dilontarkan oleh pihak Instagress. Pasalnya, mulai pekan ini mereka menutup layanannya. Berita ini disampaikan melalui salah satu postingan disitusnya, Instagress menulis "Berita duka untuk Anda semua yang jatuh cinta dengan Instagress: karena permintaan dari Instagram kami terpaksa menutup layanan web kami".

Instagress, Layanan Bot Like Dan Komen Otomatis Instagram Ditutup

Dalam postingan itu, Instagress menuturkan alasan mereka menutup layanannya ini karena permintaan dari pihak Instagram.  Memang diketahui bahwa belakangan ini Instagram mulai memerangi aktivitas akun palsu. Instagress sendiri terasuk kedalam daftar sasarannya.

Penggunaan bot otomatis sering ditemukan dimedia sosial, salah satunya di Instagram. Bahkan sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2015 memperkirakan bahwa 8 persen dari keseluruhan akun Instagram merupakan akun palsu yang menggunakan bot otomatis. Layanan penyedia jasa follower otomatis di Instagram sendiri diperkirakan jumlahnya mencapai angka ratusan.

Pihak Instagram sendiri tidak memberikan komentar apapun mengenai penutupan layanan Instagress ini. Mereka hanya merujuk pada Developer Policy yang melarang penjualan data Instagram oleh pengembang pihak ketiga.

Ini bukanlah yang pertama kalinya Instagram membuat langkah untuk menutup akun spam. Bahkan baru-baru ini Facebook juga bekerja untuk menutup akun-akun palsu dilayanannya. Langkah ini diambil untuk menghilangkan akun palsu di Instagram, dan diharapkan akun spam ini tidak ada lagi.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.